
Dalam beberapa tahun terakhir, fenomena Umrah tidak lagi identik dengan jamaah usia lanjut. Justru, semakin banyak generasi muda atau milenial (berusia 20–35 tahun) yang memilih perjalanan spiritual ini sebagai bagian dari gaya hidup mereka. Data dan studi menunjukkan tren ini bukan sekadar wacana, tetapi sebuah pergeseran nyata dalam perilaku ibadah umat muslim — terutama dari Indonesia sebagai salah satu kontributor terbesar jamaah Umrah dunia. ifa.id+1
Gambaran Umrah Secara Global dan Indonesia
Sebelum fokus ke generasi milenial, penting memahami skala besar partisipasi Umrah secara umum. Berikut data terbaru:
| Tahun | Jumlah Jemaah Umrah (Global) | Catatan Utama |
|---|---|---|
| 2023 | ±16,92 juta orang | Lonjakan signifikan setelah pandemi COVID-19. Umrah Booking – Easy Umrah for Everyone |
| Q2 2025 | 5,44 juta orang | Statistik per kuartal dari Arab Saudi; dominasi jemaah domestik. HIMPUH |
| 2024 (Indonesia) | ±1,05 juta orang | Menempatkan Indonesia di posisi salah satu penyumbang terbesar. Umrah Booking – Easy Umrah for Everyone |
Sementara itu data dari Indonesia mencatat tren peningkatan jumlah pemohon visa Umrah setiap tahunnya, terutama pascapandemi. Peningkatan ini mencerminkan kembali naiknya minat masyarakat terhadap perjalanan spiritual. Kompas
Tren Umrah di Kalangan Milenial
Apa Kata Data
Tidak banyak statistik resmi yang memecah jumlah jamaah Umrah berdasarkan usia, namun data dari Kementerian Agama 2024 menunjukkan bahwa jamaah berusia di bawah 35 tahun meningkat hingga +18% dibandingkan tahun sebelumnya. ifa.id
Bukti tambahan juga menunjukkan bahwa banyak generasi muda kini menjadikan Umrah sebagai momen untuk “healing rohani” — mencari ketenangan batin dan rehat dari tekanan hidup modern. ifa.id
Tabel Perbandingan Jamaah Umrah (Perkiraan)
| Kelompok Umur | Karakteristik | Tren 2018–2024 |
|---|---|---|
| < 35 tahun (Milenial) | Sambut Umrah sebagai pengalaman spiritual + lifestyle | ↑ ~18% partisipasi generasi muda ifa.id |
| 35–60 tahun | Stabil sebagai jamaah utama keluarga | Konsisten ↑ |
| > 60 tahun | Tradisional; porsi menurun relatif | Masih signifikan namun lebih lambat |
Mengapa Milenial Semakin Tertarik ke Umrah?
Ada beberapa faktor penting di balik fenomena ini:
1. Perubahan Makna Ibadah
Generasi milenial tidak lagi melihat Umrah sekadar ritual wajib, tetapi sebuah spiritual journey yang memberikan kepuasan batin, refleksi diri, dan pengalaman penuh makna. Banyak peserta menggambarkan perjalanan ini sebagai “reset hidup” atau healing rohani setelah menghadapi tekanan kehidupan modern. ifa.id
2. Peran Media Sosial & Influencer
Konten tentang pengalaman Umrah di platform media sosial seperti Instagram dan TikTok memicu minat generasi muda. Konten visual yang kuat membantu persepsi bahwa Umrah bisa menjadi pengalaman spiritual yang keren dan bermakna, bukan hanya sekedar ritual agama. e-journal.ejournal.metrouniv.ac.id
3. Kemudahan Teknologi
Platform online sekarang memudahkan perencanaan Umrah. Mulai dari pemesanan tiket, pilihan paket, hingga pembayaran secara digital — semua disesuaikan dengan gaya hidup generasi milenial yang tech-savvy. Jakarta Globe
4. Kombinasi Ibadah + Wisata
Fenomena Umrah Plus — yaitu umrah yang digabungkan dengan perjalanan wisata di negara lain — menjadi daya tarik tersendiri juga bagi generasi muda yang ingin memaksimalkan pengalaman spiritual sekaligus eksplorasi budaya. Caraka Wisata
Perilaku Milenial dalam Umrah
Perjalanan Umrah para milenial ini bukan hanya soal ibadah ritual saja. Berikut beberapa ciri khasnya menurut tren observasi travel dan peserta:
• Prioritas Pengalaman
Milenial cenderung memilih paket dengan fasilitas nyaman, fleksibel, dan bisa dikombinasikan dengan kegiatan pembelajaran atau refleksi spiritual yang lebih dalam. Tamam Tour and Travel
• Dokumentasi Digital
Berbeda dengan jamaah generasi sebelumnya, milenial suka mendokumentasikan perjalanan mereka lewat foto dan video berkualitas tinggi untuk diabadikan atau dibagikan di media sosial. Tamam Tour and Travel
• Perencanaan Keuangan Mandiri
Sebagian milenial sudah memiliki penghasilan sendiri dan menabung khusus untuk perjalanan ini, menunjukkan kemandirian finansial tinggi di kalangan kelompok usia ini. iNFONews – Lugas Tanpa Batas
Tantangan Tren Umrah Milenial
Walaupun meningkat, tren ini juga membawa tantangan tersendiri:
1. Risiko Penipuan
Dengan banyaknya minat, biro perjalanan yang tidak bertanggung jawab juga bermunculan. Jamaah milenial disarankan memilih operator resmi sesuai pedoman Kementerian Agama RI. Mettanews.id
2. Perencanaan Finansial
Biaya umrah dapat bervariasi, sehingga penting bagi milenial merencanakan uang dan waktu secara matang sebelum berangkat. Journals UMS
Kesimpulan
Tren Umrah di kalangan milenial adalah fenomena nyata yang didukung oleh berbagai data dan perubahan perilaku generasi muda muslim. Bukan hanya soal ibadah, tetapi kombinasi spiritualitas, pengalaman, dan gaya hidup yang modern. Fenomena ini membuka peluang besar bagi industri travel Islami untuk berinovasi sambil tetap menjaga nilai-nilai ibadah yang sakral.
Sumber & Referensi
- Data peningkatan jamaah Umrah berdasarkan statistik Saudi dan Indonesia. Kompas
- Tren Umrah generasi muda sebagai healing rohani. ifa.id
- Studi peran media sosial dan pengalaman digital milenial. e-journal.ejournal.metrouniv.ac.id
- Tren perilaku wisata + ibadah (Umrah Plus). Caraka Wisata
- Statistik volume jamaah global 2023–2025. Umrah Booking – Easy Umrah for Everyone