Travel Cahaya Raudhah

Kenapa di Arab Saudi Tidak Ada Sungai? Penjelasan Ilmiah Berbasis Data

Perbedaan Jazirah Arab Ketika Zaman Jahiliyah dan Zaman Rasulullah
Perbedaan Jazirah Arab Ketika Zaman Jahiliyah dan Zaman Rasulullah

Pertanyaan ini sering muncul, terutama bagi jamaah haji dan umrah yang baru pertama kali menginjakkan kaki di Tanah Suci: kenapa di Arab Saudi tidak ada sungai? Padahal wilayahnya sangat luas dan memiliki populasi jutaan orang.

Secara geografis, Arab Saudi memang berbeda dengan banyak negara lain yang memiliki sungai besar seperti Nil di Mesir atau Tigris-Efrat di Irak. Untuk memahami fenomena ini, kita perlu melihat data iklim, curah hujan, struktur geologi, hingga sejarah pembentukan Jazirah Arab.

Artikel ini akan membahasnya secara ilmiah dan berbasis data dari sumber terpercaya seperti World Bank, NOAA, FAO, dan Saudi Geological Survey.


Kondisi Geografis Arab Saudi Secara Umum

Arab Saudi terletak di Jazirah Arab dengan luas sekitar 2,15 juta km², menjadikannya negara terbesar di Timur Tengah. Sebagian besar wilayahnya berupa gurun, termasuk Rub’ al Khali (Empty Quarter), salah satu gurun pasir terbesar di dunia.

Data Geografis Arab Saudi

ParameterDataSumber
Luas Wilayah±2.150.000 km²World Bank
Persentase Wilayah Gurun> 90%Saudi Geological Survey
Sungai PermanenTidak adaEncyclopedia Britannica
Curah Hujan Rata-rata Tahunan50–100 mmWorld Bank Climate Data
Tipe Iklim DominanArid/Desert (BWh – Köppen)NOAA Climate Classification

Sumber:

Dari tabel tersebut terlihat jelas bahwa faktor utama ketiadaan sungai permanen adalah iklim yang sangat kering.


Faktor Utama: Curah Hujan Sangat Rendah

Sungai terbentuk dari akumulasi air hujan yang mengalir secara konsisten sepanjang tahun. Negara-negara dengan sungai besar umumnya memiliki curah hujan tinggi atau pasokan air dari pegunungan bersalju.

Arab Saudi tidak memiliki kedua faktor tersebut.

Perbandingan Curah Hujan Tahunan

NegaraCurah Hujan Rata-rata per Tahun
Arab Saudi50–100 mm
Indonesia2.000–3.000 mm
Mesir51 mm (namun memiliki Sungai Nil dari luar wilayahnya)
Turki574 mm

Sumber: World Bank Climate Data Portal

Perhatikan bahwa Mesir juga memiliki curah hujan rendah, tetapi memiliki Sungai Nil yang hulunya berasal dari Ethiopia dan Uganda. Arab Saudi tidak memiliki sungai lintas negara semacam itu.

Curah hujan 50–100 mm per tahun sangat tidak cukup untuk membentuk sungai permanen. Bahkan di beberapa wilayah Rub’ al Khali, curah hujan bisa di bawah 30 mm per tahun.


Struktur Geologi Jazirah Arab

Selain iklim, struktur geologi juga memainkan peran besar.

Arab Saudi berdiri di atas Arabian Plate yang sebagian besar terdiri dari batuan kristalin tua dan gurun pasir luas. Tanahnya memiliki tingkat infiltrasi tinggi, artinya air hujan yang turun cepat meresap ke dalam tanah atau menguap akibat suhu ekstrem.

Suhu dan Penguapan

ParameterNilai
Suhu Musim Panas45–50°C
Tingkat Evaporasi Tahunan> 2.000 mm
Kelembapan Rata-rataRendah

Sumber: NOAA & Saudi Ministry of Environment, Water and Agriculture

Artinya, meskipun ada hujan, airnya langsung menguap atau meresap sebelum sempat membentuk aliran permanen.


Apakah Benar Tidak Ada Air Mengalir Sama Sekali?

Meski tidak memiliki sungai permanen, Arab Saudi memiliki yang disebut wadi.

Apa Itu Wadi?

Wadi adalah lembah atau alur sungai kering yang hanya berisi air saat hujan turun. Setelah beberapa jam atau hari, airnya kembali menghilang.

Beberapa wadi terkenal di Arab Saudi:

  • Wadi Hanifah (Riyadh)
  • Wadi Al-Rummah
  • Wadi Fatimah (dekat Makkah)

Namun semua itu bersifat musiman, bukan sungai permanen seperti yang kita kenal.


Perbandingan dengan Negara yang Memiliki Sungai

Agar lebih jelas, mari lihat faktor pembentuk sungai besar di dunia.

Faktor Pembentuk SungaiAda di Arab Saudi?
Curah hujan tinggiTidak
Pegunungan bersaljuTidak
Danau besar sebagai sumber airTidak
Sungai lintas negaraTidak
Iklim tropis/subtropis basahTidak

Dari sisi ilmiah, kombinasi faktor di atas menjelaskan mengapa sungai permanen tidak terbentuk di wilayah tersebut.


Bagaimana Arab Saudi Memenuhi Kebutuhan Air?

Karena tidak memiliki sungai, Arab Saudi mengandalkan:

  1. Air tanah (aquifer)
  2. Desalinasi air laut
  3. Waduk buatan
  4. Impor makanan untuk menghemat air

Data Desalinasi Arab Saudi

ParameterData
Produsen air desalinasi terbesar duniaYa
Kontribusi desalinasi terhadap air minum> 50%
Jumlah pabrik desalinasi> 30 fasilitas besar

Sumber: Saline Water Conversion Corporation (SWCC)
https://www.swcc.gov.sa

Arab Saudi memimpin dunia dalam teknologi desalinasi, terutama di kota Jeddah, Yanbu, dan Jubail.


Apakah Dulu Pernah Ada Sungai?

Secara geologis, penelitian menunjukkan bahwa ribuan tahun lalu Jazirah Arab memiliki iklim lebih basah.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Nature menunjukkan bahwa sekitar 10.000 tahun lalu terdapat danau dan sistem sungai purba di wilayah ini.

Sumber:
Scerri et al., Nature Communications, 2018
https://www.nature.com

Namun perubahan iklim jangka panjang membuat wilayah tersebut berubah menjadi gurun ekstrem seperti sekarang.


Perspektif Spiritual dan Sejarah

Dalam sejarah Islam, wilayah Makkah memang dikenal sebagai lembah kering. Bahkan dalam Al-Qur’an (QS Ibrahim: 37), Nabi Ibrahim menyebut Makkah sebagai “lembah yang tidak mempunyai tanaman”.

Secara ilmiah dan historis, kondisi ini memang sesuai dengan realitas geografisnya.


Kesimpulan: Jawaban Ilmiah Kenapa di Arab Saudi Tidak Ada Sungai

Berdasarkan data ilmiah:

  1. Curah hujan sangat rendah (50–100 mm/tahun).
  2. Tingkat penguapan sangat tinggi (> 2.000 mm/tahun).
  3. Tidak ada pegunungan bersalju sebagai sumber air.
  4. Tidak ada sungai lintas negara.
  5. Struktur geologi mendukung infiltrasi dan evaporasi cepat.

Semua faktor tersebut menjelaskan secara rasional dan ilmiah kenapa di Arab Saudi tidak ada sungai permanen.

Namun yang menarik, meskipun tanpa sungai, Arab Saudi mampu bertahan dan bahkan menjadi salah satu negara paling berpengaruh di dunia, berkat inovasi teknologi air dan pengelolaan sumber daya.

Fenomena ini menunjukkan bahwa keterbatasan geografis bukanlah hambatan untuk berkembang.


Referensi dan Sumber Data

Scroll to Top